Selasa, 07 Januari 2014

Wanita sebagai Khalifah

            Perempuan… pada hakikat-nya perempuan adalah makhluk yang indah dan suci, sesosok sutradara kehidupan bagi kehidupan manusia. Manusia di turunkan ke muka bumi untuk menyelesaikan tugas mulia-nya salah satunya yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah sendiri berarti manusia bertanggung jawab atas terciptanya kesejahteraan manusia, perlindungan untuk bumi dan seisinya bahkan keseimbangan alam semesta. Namun bagaimana perempuan bisa menjadi khalifah di muka bumi? Sedangkan mereka didiskriminasikan derajatnya dibawahnya laki-laki, mereka dibilang terlalu menggunakan hati dibanding akal pikiran mereka dalam bertindak karena itu dalam banyak situasi mereka tidak bisa diandalkan seperti laki-laki, akhirnya mereka melanjutkan hidup sampai akhir sebagai Ibu rumah tangga? Di dalam agama pun perempuan seperti menjadi boneka. Mereka disuruh menjaga rumah, karena jika keluar rumah mereka bisa menjadi dosa bagi laki laki dan aib bagi keluarga. Terlalu banyak peraturan untuk perempuan, seperti hijab, aurot, sifat dan perilaku, dsb seakan-akan ditutup diri mereka sendiri dan tidak bisa untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.

            Jadi untuk apa peraturan-peraturan agama tersebut? Sepanjang zaman sebelum Islam ada, perempuan adalah suatu kaum yang sangat di dzalimi. Mereka dibeli, dijadikan budak, tidak diberi harta waris, bahkan dibunuh dan juga ada yang dikubur hidup-hidup. Wanita adalah sosok kehidupan yang indah namun sangat lemah, sehingga keberadaannya di salah gunakan oleh laki-laki. anak perempuan dikubur hidup-hidup oleh orang-orang jahiliyyah karena mereka tidak suka dengan anak perempuan. Apabila anak perempuan itu selamat dari tindakan tersebut dan tetap hidup maka ia hidup dalam keadaan dihinakan, ditindas dan didzalimi, tidak diberikan hak waris walaupun si perempuan sangat butuh karena fakirnya. Bahkan ia menjadi salah satu benda warisan bagi anak laki-laki suaminya apabila suaminya meninggal dunia. Dan seorang pria dalam adat jahiliyyah berhak menikahi berapa pun perempuan yang diinginkannya tanpa ada batasan dan tanpa memerhatikan hak-hak para istrinya

            Peradaban tinggi di masa lalu, yaitu bangsa Romawi dan Yunani terhadap perempuan tidak lebih dari sekedar barang murahan yang bebas di perjualbelikan di pasar. Bagi kaum Yahudi perempuan adalah makhluk terlaknat karena sebabnyalah Nabi Adam melanggar larangan Allah hingga dikeluarkan dari surga. Perempuan juga dihinakan oleh para pemeluk agama Nasrani. Sekitar abad ke-5 Masehi, para pemuka agama ini berkumpul untuk membahas masalah perempuan; apakah perempuan itu sekedar tubuh tanpa ruh di dalamnya, ataukah memiliki ruh sebagaimana lelaki? Keputusan akhir mereka menyatakan perempuan itu tidak memiliki ruh yang selamat dari azab neraka Jahannam, kecuali Maryam ibu ‘Isa. Di Hindu, perempuan di anggap jelek, sepadan dengan kematian, racun, dan api. Karena ada perempuan terjadi pembunuhan, fitnah, iri, dengki. Bila ada suami meninggal dan jenazahnya dibakar maka jelas istri yang masih hidup harus ikut dibakar bersama jenazah suaminya.

            Waktu berlalu saat zaman zahiliyah dahulu perempuan dizalimi atas paksaan dari laki-laki. Lalu ketika Islam datang, Islam mensejajarkan laki-laki dengan perempuan. Allah SWT pun menjelaskan dengan tegas bahwa tidak ada perbedaan dari laki-laki maupun perempuan. Yang membedakannya hanyalah amal dan ketakwaannya. Namun ketika kebebasan itu didapatkan oleh perempuan, muncullah zaman jahiliyah baru bagi perempuan di era modern ini. Mereka tidak lagi dipaksa untuk dizalimi oleh laki-laki, tapi justru kebanyakan dari mereka dengan sendiri-nya menzalimi diri mereka sendiri. Menggunakan emosi (Hati) mereka dalam bertindak menyebabkan mereka berbuat kesalahan yang berujung dosa. Dan pada akhirnya-pun penghuni neraka lebih banyak perempuan dari pada laki-laki. Jadi saya kembali ke pertanyaan pertama, untuk apa peraturan-peraturan agama tersebut?

            Banyak-nya peraturan agama untuk kaum perempuan mungkin bisa dikatakan perempuan adalah makhluk yang special. Allah SWT Karena khawatir dengan kaum perempuan yang mudah dibakar emosi-nya oleh iblis karena sifat dasarnya, Maka Allah SWT membuat peraturan-peraturan tersebut, agar perempuan tidak mudah dizalimi dan tetap menjaga hakikatnya sebagai penyeimbang dan khalifah di muka bumi. Namun peraturan dibuat agar mencegah manusia dari perbuatan dosa, dan juga untuk menciptakan manusia yang seutuhnya sempurna. Allah SWT juga menspesialkan beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Terutama di dalam keluarga, sesosok Ibu adalah kunci seorang anak bisa masuk surga atau tidak. Peraturan-peraturan yang ada di dalam agama bukan berarti menutup perempuan untuk menjadi manusia yang bebas atau-pun menjadi khalifah dimuka bumi. Lebih baik kita tidak mengikuti suatu aturan Jika memang peraturan tersebut mengganggu ibadah kita kepada Allah SWT di luar yang memang diwajibkan oleh-Nya. Perempuan yang dapat menggunakan akal pikirannya dengan baik-pun walau tidak berjilbab, tidak shalat, ataupun tidak berpuasa-pun bisa masuk surga.


            Perempuan sendiri sangat dilindungi dan disucikan di dalam Islam. Hal itu di buktikan di dalam al-Qur’an yang menspesialkan mereka di satu surat, yaitu surat an-nisa dan di ayat-ayat lainnya. Tidak hanya di dalam al-Qur’an saja, sejak kedatangan Islam, Nabi, dan Rasul-pun menghilangkan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan. Kelebihan laki-laki atas perempuan karena dua sebab, yaitu fitri dan kasbi, laki-laki sejak penciptaannya sudah diberi kelebihan kekuatan dan kemampuan. Akibat kelebihan sejak penciptaannya, laki-laki mempunyai kesempurnaan akal dan kejernihan pandangan yang menyebabkan adanya kelebihan kasbi sehingga laki-laki mampu berusaha, berinovasi dan kebebasan bergerak. Adapun perempuan dilahirkan sejak penciptaannya diberi fitrah untuk mengandung (hamil), melahirkan dan mendidik anak. perempuan yang benar adalah sesosok sutradara kehidupan yang penting bagi kehidupan manusia. Bahkan di antara mereka ada yang bisa menjadi sesosok pemimpin lebih baik dari pada laki-laki, lebih pintar, dengan kata lain lebih menarik dari pada laki-laki. Tetapi tetap, mereka mempunyai hak dan kewajiban menjadi khalifah di muka bumi sesuai porsi yang ditentukan oleh Allah SWT. Itu-lah perempuan yang bisa menggunakan akal pikirannya lebih baik, dan disebut perempuan sebagai Khalifah di muka bumi.