Perempuan… pada hakikat-nya
perempuan adalah makhluk yang indah dan suci, sesosok sutradara kehidupan bagi
kehidupan manusia. Manusia di turunkan ke muka bumi untuk menyelesaikan tugas
mulia-nya salah satunya yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah sendiri
berarti manusia bertanggung jawab atas terciptanya kesejahteraan manusia,
perlindungan untuk bumi dan seisinya bahkan keseimbangan alam semesta. Namun
bagaimana perempuan bisa menjadi khalifah di muka bumi? Sedangkan mereka
didiskriminasikan derajatnya dibawahnya laki-laki, mereka dibilang terlalu
menggunakan hati dibanding akal pikiran mereka dalam bertindak karena itu dalam
banyak situasi mereka tidak bisa diandalkan seperti laki-laki, akhirnya mereka
melanjutkan hidup sampai akhir sebagai Ibu rumah tangga? Di dalam agama pun
perempuan seperti menjadi boneka. Mereka disuruh menjaga rumah, karena jika
keluar rumah mereka bisa menjadi dosa bagi laki laki dan aib bagi keluarga.
Terlalu banyak peraturan untuk perempuan, seperti hijab, aurot, sifat dan
perilaku, dsb seakan-akan ditutup diri mereka sendiri dan tidak bisa untuk
menjadi khalifah di muka bumi ini.
Jadi untuk apa peraturan-peraturan
agama tersebut? Sepanjang zaman sebelum Islam ada, perempuan adalah suatu kaum
yang sangat di dzalimi. Mereka
dibeli, dijadikan budak, tidak diberi harta waris, bahkan dibunuh dan juga ada
yang dikubur hidup-hidup. Wanita adalah sosok kehidupan yang indah namun sangat
lemah, sehingga keberadaannya di salah gunakan oleh laki-laki.
anak perempuan dikubur
hidup-hidup oleh orang-orang jahiliyyah karena mereka tidak suka dengan anak
perempuan. Apabila anak perempuan itu selamat dari tindakan tersebut dan tetap
hidup maka ia hidup dalam keadaan dihinakan, ditindas dan didzalimi, tidak
diberikan hak waris walaupun si perempuan sangat butuh karena fakirnya. Bahkan
ia menjadi salah satu benda warisan bagi anak laki-laki suaminya apabila
suaminya meninggal dunia. Dan seorang pria dalam adat jahiliyyah berhak menikahi berapa pun
perempuan yang diinginkannya tanpa ada batasan dan tanpa memerhatikan hak-hak
para istrinya
Peradaban tinggi di masa lalu, yaitu
bangsa Romawi dan Yunani terhadap perempuan tidak lebih dari sekedar barang
murahan yang bebas di perjualbelikan di pasar. Bagi kaum Yahudi perempuan
adalah makhluk terlaknat karena sebabnyalah Nabi Adam melanggar larangan Allah
hingga dikeluarkan dari surga. Perempuan juga dihinakan oleh para pemeluk agama
Nasrani. Sekitar abad ke-5 Masehi, para pemuka agama ini berkumpul untuk
membahas masalah perempuan; apakah perempuan itu sekedar tubuh tanpa ruh di
dalamnya, ataukah memiliki ruh sebagaimana lelaki? Keputusan akhir mereka
menyatakan perempuan itu tidak memiliki ruh yang selamat dari azab neraka
Jahannam, kecuali Maryam ibu ‘Isa. Di Hindu, perempuan di anggap
jelek, sepadan dengan kematian, racun, dan api. Karena ada perempuan terjadi
pembunuhan, fitnah, iri, dengki. Bila ada suami meninggal dan jenazahnya
dibakar maka jelas istri yang masih hidup harus ikut dibakar bersama jenazah
suaminya.
Waktu
berlalu saat zaman zahiliyah dahulu perempuan dizalimi atas paksaan dari
laki-laki. Lalu ketika Islam datang, Islam mensejajarkan laki-laki dengan
perempuan. Allah SWT pun menjelaskan dengan tegas bahwa tidak ada perbedaan
dari laki-laki maupun perempuan. Yang membedakannya hanyalah amal dan
ketakwaannya. Namun ketika kebebasan itu didapatkan oleh perempuan, muncullah
zaman jahiliyah baru bagi perempuan di era modern ini. Mereka tidak lagi
dipaksa untuk dizalimi oleh laki-laki, tapi justru kebanyakan dari mereka
dengan sendiri-nya menzalimi diri mereka sendiri. Menggunakan emosi (Hati)
mereka dalam bertindak menyebabkan mereka berbuat kesalahan yang berujung dosa.
Dan pada akhirnya-pun penghuni neraka lebih banyak perempuan dari pada
laki-laki. Jadi saya kembali ke pertanyaan pertama, untuk apa
peraturan-peraturan agama tersebut?
Banyak-nya
peraturan agama untuk kaum perempuan mungkin bisa dikatakan perempuan adalah
makhluk yang special. Allah SWT Karena khawatir dengan kaum perempuan yang
mudah dibakar emosi-nya oleh iblis karena sifat dasarnya, Maka Allah SWT
membuat peraturan-peraturan tersebut, agar perempuan tidak mudah dizalimi dan
tetap menjaga hakikatnya sebagai penyeimbang dan khalifah di muka bumi. Namun
peraturan dibuat agar mencegah manusia dari perbuatan dosa, dan juga untuk
menciptakan manusia yang seutuhnya sempurna. Allah SWT juga menspesialkan
beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Terutama di dalam
keluarga, sesosok Ibu adalah kunci seorang anak bisa masuk surga atau tidak.
Peraturan-peraturan yang ada di dalam agama bukan berarti menutup perempuan
untuk menjadi manusia yang bebas atau-pun menjadi khalifah dimuka bumi. Lebih
baik kita tidak mengikuti suatu aturan Jika memang peraturan tersebut
mengganggu ibadah kita kepada Allah SWT di luar yang memang diwajibkan
oleh-Nya. Perempuan yang dapat menggunakan akal pikirannya dengan baik-pun
walau tidak berjilbab, tidak shalat, ataupun tidak berpuasa-pun bisa masuk
surga.
Perempuan sendiri sangat dilindungi
dan disucikan di dalam Islam. Hal itu di buktikan di dalam al-Qur’an yang
menspesialkan mereka di satu surat, yaitu surat an-nisa dan di ayat-ayat
lainnya. Tidak hanya di dalam al-Qur’an saja, sejak kedatangan Islam, Nabi, dan
Rasul-pun menghilangkan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan. Kelebihan laki-laki atas perempuan karena
dua sebab, yaitu fitri dan kasbi, laki-laki sejak penciptaannya sudah diberi
kelebihan kekuatan dan kemampuan. Akibat kelebihan sejak penciptaannya,
laki-laki mempunyai kesempurnaan akal dan kejernihan pandangan yang menyebabkan
adanya kelebihan kasbi sehingga
laki-laki mampu berusaha, berinovasi dan kebebasan bergerak. Adapun perempuan
dilahirkan sejak penciptaannya diberi fitrah untuk mengandung (hamil),
melahirkan dan mendidik anak. perempuan yang benar adalah
sesosok sutradara kehidupan yang penting bagi kehidupan manusia. Bahkan di
antara mereka ada yang bisa menjadi sesosok pemimpin lebih baik dari pada
laki-laki, lebih pintar, dengan kata lain lebih menarik dari pada laki-laki.
Tetapi tetap, mereka mempunyai hak dan kewajiban menjadi khalifah di muka bumi
sesuai porsi yang ditentukan oleh Allah SWT. Itu-lah perempuan yang bisa
menggunakan akal pikirannya lebih baik, dan disebut perempuan sebagai Khalifah
di muka bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar